Faktor Penyebab Penyakit Maag

Faktor Penyebab Penyakit Maag

Gastritis atau sakit maag merupakan peradangan atau iritasi yang terjadi pada lapisan lambung (gaster). Hal tersebut akan menimbulkan berbagai gejala atau tanda-tanda sakit maag yang bisa kita amati, sehingga selanjutnya akan bisa kita atasi secara cepat dan tepat tentunya.

Faktor Penyebab Penyakit Maag

Bagi sebagian orang, sakit maag bukanlah merupakan penyakit serius dan akan mudah sembuh dengan pengobatan. Namun jika tidak diobati, dapat bertahan selama bertahun-tahun atau dikenal dengan istilah sakit maag kronis (jangka panjang).

Faktor Penyebab Penyakit Maag

Lapisan lambung atau mukosa mengandung sel-sel khusus yang menghasilkan enzim dan asam yang digunakan untuk mencerna makanan.

Tetapi bila asam lambung berlebihan maka hal ini juga berpotensi memecah lapisan mukosa lambung dan memunculkan peradangan, namun untungnya ada sel-sel lain di lapisan mukosa lambung yang memproduksi zat untuk melindungi lapisan lambung dari asam ini. Bila keseimbangan ini tetap terjaga maka lambung juga tetap akan sehat, tapi begitu pula sebaliknya.

Sakit maag bisa disebabkan oleh iritasi lambung akibat penggunaan alkohol yang terlalu banyak, stres, muntah yang kronis, atau penggunaan obat-obatan tertentu seperti aspirin atau jenis obat anti-inflamasi lainnya.

Lebih jelas, berikut penyebab sakit maag yang penting diwaspadai :

  • Helicobacter pylori, salah satu bakteri yang hidup dilapisan mukosa lambung, infeksi bisa menyebabkan borok atau tukak lambung, bahkan pada sebagian orang bisa menyebabkan kanker lambung.
  • Infeksi yang disebabkan oleh virus dan bakteri
  • Anemia pernisiosa, suatu bentuk anemia yang terjadi pada saat lambung tidak mempunyai zat alami yang diperlukan untuk menyerap dan mencerna vitamin B12 dengan baik.
  • Stres, misalnya penyakit kritis atau cedera yang buruk atau operasi besar. Mengapa stres dan penyakit serius bisa menimbulkan gastritis tidak diketahui sepenuhnya, namun mungkin terkait dengan penurunan alirah darah menuju lambung.
  • Sering mengonsumsi ibuprofen, aspirin, atau obat penghilang rasa sakit lainnya yang dikategorikan sebagai obat anti-inflamasi non steroid (NSAID)

Gejala sakit maag

Gejala yang muncul bisa bervariasi antar individu, bahkan ada beberapa yang tidak menunjukan gejala sama sekali. Tetapi secara umum, berikut tanda-tanda dan gejala sakit maag:

  • Nyeri pada ulu hati atau sensasi seperti terbakar pada perut bagian atas yang bisa membaik atau memburuk sesudah makan
  • perut terasa kembung
  • Mual bahkan muntah
  • Kehilangan napsu makan
  • perasaan penuh diperut bagian atas sesudah makan
  • cegukan

Jika sakit maag sudah parah bisa disertai dengan muntah darah berwarna hitam atau buang air besar dengan warna hitam pula yang menandakan adanya borok atau tukak pada lambung hingga menyebabkan pendarahan.

Pengobatan sakit maag

Jika anda mempunyai gangguan pencernaan dan sakit perut pada bagian ulu hati yang merupakan gejala sakit maag, maka anda harus segera mengubah pola makan dan gaya hidup yang tidak sehat dan untuk mengurangi atau mengatasi sakit maag dapat mengonsumsi obat maag yang dijual bebas di apotik atau toko obat terdekat seperti antasida.

Perubahan gaya hidup dan pola makan

  • Berhenti menggunakan obat penghilang rasa nyeri NSAID, beralihlah ke obat penghilanf rasa nyeri yang bukan golongan NSAID, misalnya paracetamol, perlu berkonsultasi dengan dokter tentang hal ini.
  • Jangan sampai telat makan, makan dengan porsi yang sedikit namun sering.
  • Jauhi makanan asam, berminyak dan pedas.
  • Hindari atau kurangi minuman beralkohol dan berkafein seperti teh, kopi serta soda.
  • Kendalikan pikiran agar terhindar dari stres.
  • Antasida, untuk menetralkan asam lambung, yang bisa memberi bantuan hilangkan rasa nyeri dengan cepat.
  • Histamin 2 (H2) blockers, seperti ranitidine, obat maag ini bekerja untuk turunkan produksi asam lambung.
  • PPI (Proton pump inhibitor seperti omeprazol, obat maag ini bekerja menurunkan produksi asam lambung lebih efektif dibandingkan Histamin 2 blocker dan memberi kesempatan untuk sel-sel mukosa lambung memperbaiki diri.

Postedby: http://www.blogkesehatan.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *